Blogroll

Minggu, 26 Mei 2013

11. Kurikulum semula berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta pacu, tetapi juga sejumlah pelajaran yang harus ditempuh. Kemudian pengertian kurikulum mengalami perluasan .


Tanggapan :                 Dari pengertian diatas, maka kurikulum mengalami perluasan makna sebagai satu jalur arahan dalam pencapaian tujuan dalam dunia pendidikan. Kurikulum dapat dipahami sebagai sejumlah pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik.


                                    Kurikulum juga dikatakan sebagai bentuk pengalaman belajar peserta didik. Disini kurikulum memiliki hubungan yang sangat erat dengan evaluasi keberhasilan pelaksanaan proses / kegiatan belajar  mengajar. Siswa dituntut tidak hanya menguasai sisi kognitif atau pengetahuan dalam artian isi atau materi saja, akan tetapi juga dilihat proses siswa dalam memperoleh pengalaman belaja, Kurikulum dipahami pula sebagai suatu bentuk program atau rencana untuk belajar.


22. Istilah “Kurikulum” telah menggantikan istilah rencana pelajaran, karena yang terakhir ini mengandung arti yang sempit .


Tanggapan :                Dalam arti kontemporer, istilah “kurikulum” tidak diartikan secara sempit melainkan lebih luas, karena kurikulum tidak lagi menekankan pada daftar isi materi rencana pelajaran yang memiliki topik-topik yang telah disusun, tapi lebih menekankan kepada pengalaman-pengalaman proses belajar mengajar yang dapat diberikan kepada para murid dalam konteks dimana murid-murid berada.    


33. Kurikulum harus senantiasa diperbarui menurut perubahan masyarakat dan ilmu pengetahuan .


Tanggapan :                 Kurikulum senantiasa berkembang terus sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan.


                                    Kurikulum pendidikan harus berubah tapi diiringi juga dengan perubahan dari seluruh masyarakat pendidikan di Indonesia yang harus mengikuti perubahan. Perubahan kurikulum didasari pada kesadaran bahwa perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya. Perubahan secara terus menerus ini menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional, termasuk penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan.


                                    Karena perubahan kurikulum diIndonesia sendiri di dasarkan pada ilmu pengetahuan dan kebutuhan manusia yang selalu berubah juga pengaruh dari luar, dimana secara menyeluruh kurikulum itu tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh perubahan iklim ekonomi, politik, dan kebudayaan. Sehingga dengan adanya perubahan kurikulum itu, pada gilirannya berdampak pada kemajuan bangsa dan negara.


44.     Praktek kurikulum sering jauh ketinggalan dari teori kurikulum.


Tanggapan :                 Praktek kurikulum sangat tertinggal sekali dengan teori kurikulum yang telah dirancang itu sendiri . Dalam hal ini kita dapat melihat sendiri dalam prakteknya, Kurangnya tenaga guru yang profesional pada bidangnya yang membuat seorang guru tersebut tidak memahami betul teori-teori kurikulum yang telah dirancang. Akibatnya seorang guru tidak dapat mengikuti teori kurikulum agar sesuai dengan prakteknya .


                                    Selanjutnya untuk siswa sendiri, dalam kegiatan  belajar mengajar dari guru yang kurang profesional tadi mengakibatkan berkurangnya pemahaman siswa dalam memahami materi pelajaran .


                     Akibatnya dalam mengajar guru selalu mengikuti jalan pemikiran siswa, itulah salah satu faktor yang dapat membuat praktek kurikulum tertinggal dari teori kurikulum.


55.  Para ahli kurikulum modern banyak memberikan arti yang luas dan memandang apa yang dahulu dianggap kegiatan ekstra kurikuler juga sebagai kurikulum, karena turut membantu anak mencapai tujuan pendidikan .


Tanggapan :                 Pernyataan di atas benar karena, dapat dilihat juga dari pengertian kurikulum secara luas bahwa kurikulum yaitu peristiwa-peristiwa yang terjadi dibawah pengawasan sekolah. Jadi, selain kegiatan kurikuler yang formal juga kegiatan yang tidak formal .


                                    Karena dengan kegiatan ekstra kurikuler yang sebagian besar dilaksanakan oleh sekolah-sekolah sangat membantu peserta didik mencapai tujuan pendidikan .


                                   


66. Ada para ahli yang memandang kurikulum sebagai potential learning experiences yaitu apa yang secara potensial dapat disajikan, tetapi ada juga yang memandang kurikulum sebagai actual learning experiences yaitu apa yang secara aktual atau terwujud nyata dalam bentuk kelakuan anak .


Tanggapan :                 seiring dengan munculnya perkembangan kemajuan dunia elektronika yang berkembang saat ini, Para ahli pendidikan berusaha mencari literatur lain untuk merancang kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman. Dari potential learning experiences ini seorang guru dituntut untuk memacu kemampuan peserta didik dengan media yang sudah tersedia disekolah , Tentunya dalam hal ini diperlukan suatu keterampilan khusus, yang pertama keterampilan memanfaatkan atau mengoperasikan komputer, dan yang terutama penguasaan dalam menggunakan fasilitas internet. Disini dibutuhkan guru yang terampil, yang pertama terampil mengeperasikan komputer, dan yang selanjutnya harus terampil pula memanfaatkan internet. Jika hal ini terpenuhi maka teknologi komunikasi dan informasi yang ada pada internet dapat digunakan dalam pembelajaran.


                                    Kemudian untuk actual learning experiences ini  dapat secara aktual atau terwujud nyata dalam bentuk kelakuan anak . Dari pembelajaran di atas misalnya seorang siswa dapat menggunakan media tersebut dengan benar, dan dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari . Disinilah letak essensialnya internet sebagai teknologi komonikasi dan informasi yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pembelajaran, atau Learning ini Dengan kecanggihan internet, apabila dapat dimanfaatkan dengan tepat, maka akan menjadi sumber belajar yang sangat lengkap, ibarat sebuah perpustakaan yang menyediakan berbagai referensi


77. Ada juga yang memandang kurikulum sebagai segala sesuatu yang bersifat edukatif yang mempengaruhi anak kearah tujuan pendidikan .


Tanggapan :                      Pernyataan diatas menurut saya sangat benar karena Kurikulum harus dirancang sebagai sejumlah pengalaman edukatif yang menjadi tanggungjawab sekolah dalam membantu anak-anak mencapai tujuan pendidikannya, yang diselenggarakan secara berencana, sistematik dan terarah serta terorganisir. Sekolah yang dirancang dengan kurikulum seperti itu, memungkinkan kegiatan kelas tidak sekedar dipusatkan pada penyampaian sejumlah materi pelajaran/pengetahuan yang bersifat intellectualistic, akan tetapi juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi, baik sebagai makhluk individual dan makhluk sosial maupun sebagai makhluk bermoral.


88. Ada kebaikan dan kelemahan definisi yang luas tentang kurikulum, demikian pula arti yang terlampau sempit. Menurut Hilda Taba, definisi yang terlampau luas membuatnya kabur dan tidak fungsional, sedangkan Krug membatasi tugas sekolah, dan dengan demikian pula definisi kurikulum, pada hal-hal yang dianggap sebagai tugas sekolah secara khusus, yakni “Schooling” atau “Pengajaran”


Tanggapan :                 Dalam bukunya Curriculum Development Theory and Practice Hilda Taba berpendapat bahwa Kurikulum sebagai a plan for learning, yakni sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh siswa atau kurikulum sebagai dokumen tertulis yang memuat rencana untuk peserta didik selama di sekolah. Jadi ketika definisi Kurikulum terlampau luas dapat membuat kabur dan tidak fungsional .


                                    Sedangkan Krug berpendapat bahwa kurikulum all learning experiences under the direction of the school yaitu semua pengalaman belajar di bawah arahan sekolah. Jadi, dari kedua tokoh ini berpendapat sama dalam mendefinisikan kurikulum sendiri , bahwa kurikulum tidak bisa diartikan secara luas karena dapat mengahambat fungsi kurikulum itu sendiri , akibatnya kurikulum yang telah dirancang sedemikian rupa tidak dapat berjalan sesuai dengan keinginan .


99. Karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan perubahan-perubahan yang mengakibatkan perubahan-perubahan besar dalam masyarakat, maka beban sekolah makin berat dan karena itu memperluas ruang lingkup kurikulum. Hal ini juga berarti membebani sekolah dengan tugas-tugas yang tadinya merupakan tanggung jawab lembaga pendidikan lain seperti rumah tangga, dan pendidikan non formal lainnya .


Tanggapan :                 Pernyataan diatas termasuk dalam salah satu hambatan dalam perkembangan kurikulum, Karena perubahan kurikulum diIndonesia sendiri di dasarkan pada ilmu pengetahuan dan kebutuhan manusia yang selalu berubah juga pengaruh dari luar, dimana secara menyeluruh kurikulum itu tidak berdiri sendiri.


                                    Untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat (Rumah Tangga) dan lembaga-lembaga non formal lainnya, baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan ataupun kurikulum yang sedang berjalan. Dengan Bantuan Masyarakat ini maka diharapkan siswa dapat mengembangkan sendiri potensi kekuatan yang dimilikinya atau memperbaiki kelemahan-kelemahan kurikulum sendiri.


110.  Karena banyaknya definisi kurikulum para pembina kurikulum, termasuk guru, masing-masing harus menentukan definisi kurikulum sendiri. Definisi yang kita anut menentukan tujuan pelajaran, kegiatan belajar mengajar, pilihan bahan pelajaran, cara mengevaluasi dan lain sebagainya .


Tanggapan :                 Menurut saya kurikulum sendiri dapat didefinisikan sebagai kurikulum merupakan suatu rencana tertulis yang disusun guna memperlancar proses pembelajaran yang mencakup semua pengalaman belajar (learning experiences) yang dialami siswa dan mempengaruhi perkembangan pribadinya. Kurikulum mencakup kegiatan penyusunan, pelaksaan, penilaian dan peyempurnaan kurikulum